Aplikasi AR-CA (Augmented Reality Relief Candi Jago) sebagai Upaya Pendokumentasian Digital Relief Candi Jago dan Pengenalan Wisata Sejarah di Malang

Penulis

Noveria Anggraeni Fiaji, Komang Candra Brata, Prima Zulvarina

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendigitalisasikan cerita fabel yang terdapat dalam relief Candi Jago sebagai upaya memperkenalkan dan mempertahankan kearifan lokal Malang. Relief Candi Jago dipilih karena belum ada pendokumentasian yang optimal terhadap cerita relief tersebut sehingga ketertarikan pada para calon wisatawan untuk mengunjungi lokasi tersebut sangat kurang. Untuk menjawab permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian pengembangan melalui aplikasi AR-CA. Aplikasi AR-CA merupakan aplikasipemanfaatan augmented realitymelalui teknologi yang dapat menjadikan sarana pembelajaran informasi menjadi lebih interaktif dan menarik. Dalam penelitian ini, pendokumentasian cerita relief Candi Jago melalui digital menggunakan pengembangan model desain Recursive, Reflective, Design, and Development(R2D2). Model R2D2 akan memfokuskan pada tiga fokus pengembangan, (1) fokus penetapan, (2) fokus pengembangan desain produk, serta tahap uji kelayakan, dan (3) fokus diseminasi sesuai dengan konteks lingkungan pengembangan dan kebutuhan. Fokus penelitian ini ada dua 1)Tahapan konsep penyusunan Pendokumentasian relief Candi Jago dengan menggunakan aplikasi Augmented Reality (AR) dan 2) Memaparkan Fitur-fitur yang terdapat dalam aplikasi AR-CA. Hasil dari Penelitian ini mengenai tahapan konsep penyusunan, Pertama,pemilihan cerita yang terdapat dalam relief Candi Jago. Kedua, mengubah ketiga cerita yang telah dipilih, berupa teks cerita menjadi teks drama. Ketiga, menentukan markeragar dapat menampilkan objek virtual. Keempat,menentukan tokoh-tokoh sentral dalam setiap cerita yang telah dipilih sebagai iconcerita. Kelima, membuat video animasi berdasarkan teks drama yang telah dibuat pada tahap kedua. Keenam, merancang aplikasi AR sebagai jembatan marker  yang akan menampilkan objek virtual. Fitur-fitur yang terdapat dalam aplikasi AR-CA yaitu fitur kamera AR, fitur cerita yang berisi tiga video animasi yang menggambarkan cerita relief Candi Jago yaitu Kera yang malang, Serigala si Penghasut, Kura-kura yang bandel. Selanjutnya fitur bantuan, fitur tentang, dan control panelkeluar.

 

Abstract

This study aimed to produce a digital instrument for exhibiting temple-relief of Jago Temple as a part of Malang’s tourism promotion and sustainability program. Moreover, this study focused on Jago Temple’s relief due to its limited documentation by far which impacted to the small number of tourists visiting the historical site. Therefore, the AR-CA application was developed to provide solution for the particular issue. AR-CA adopted augmented reality technology to create a learning instrument which is able to deliver more interactive and attractive information. For this study, Recursive, Reflective, Design and Development (R2D2) instructional design model was employed to document the story depicted by the Jago Temple’s relief into a digital form. The R2D2 model would focus on three development methods, (1) defining, (2) designing and developing, and (3) disseminating based on the relevant circumstances and requirements. Furthermore, this study offered two primary results 1) planning stage which is to document Jago Temple’s relief using the augmented reality (AR) application and 2) delivering features on the AR-CA. More specifically, on the planning stage, this study broke down, 1) selecting which stories were going to be exhibited 2) translating the prose into drama text, 3) determining marker to show virtual objects, 4) selecting primary figures within the stories, 5) creating animation video depicting the generated drama text, 6) developing AR application which would present the virtual objects. Meanwhile, this AR-CA application provided a number of features including AR camera, Video Playlist containing three animation videos about a poor ape, deceitful wolf and naughty turtle, Help, About App, and Log Out

 

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


ARIFTAMA, B., et al., 2018. Mobile Augmented Reality Pengenalan Situs Sejarah Kawasan Banten Lama dengan Metode Marker Based Tracking: Jurnal Teknologi Rekayasa, 3 (2), pp.255-260

APRIYANI, M.E., & ROBIE GUSTIANTO., 2015. Augmented Reality sebagai Alat Pengenalan Hewan dengan Animasi 3D menggunakan Metode Single Marker: Jurnal Infotel, 7 (1), pp. 47-52

ASANIYAH, NENENG., 2017. Pelestarian Informasi Kolega Langka: Digitalisasi, Restorasi, Fumigasi: Buletin Perpustakaan Universitas Islam Indonesia, Nomor 57

BAYTAK, A., TARMAN, B., & AYAS, C., 2018. Experiencing Technology Integration In Education: Children’s Perceptions. International Electronic Journal of Elementary Education, 3 (2), pp.139-151

BRATA, K.C., ADAM, H.B., dan YUDHA A.P., 2017. Pengembangan Aplikasi Mobile Augmented Reality untuk Mendukung Pengenalan Koleksi Museum: Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTTIK), 5 (3), pp.347-352

BRATA, K.C AND LIANG, D., 2019. An effective approach to develop location-based augmented reality information support. International Journal of Electrical and Computer Engineering, 9(4), p.3060.

COURDUFF, J., 2011. One Size Never Fits all: Tech Integration for Special Needs. Learning&Leading with Technology, 38 (8), pp. 16-19.

FIAJI, N.A., 2019. Pergeseran Nilai Moral dalam Meme “Kids Jaman Now”: Waskita, 2 (1), pp.91-102

JUNIAWAN, F.P., 2019. Pengenalan Alat Musik Tradisional Bangka dengan Marker-Based Augmented Reality: Register: Jurnal Ilmiah Teknologi Sistem Informasi, 5 (2) 78-92

MATSUN, RAMADHANI, D. & LESTARI, I., 2018. Pengembangan Bahan Ajar Listrik Magnet Berbasis Androdid Di Program Studi Pendidikan Fisika Ikip Pgri Pontianak. Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA. IX(1), pp.99-107.

PRASETIYO, T.K., 2017. Pengembangan Media Augmented Reality untuk Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan di Sekolah Menengah Kejuruan: JINOTEP, 2 (1), pp.37-46

WURYANTA, A.G.E.W., 2017. Digitalisasi Masyarakat: Menilik Kekuatan dan Kelemahan Dinamika Era Informasi Digital dan Masyarakat Informasi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(2), pp.131-142




DOI: http://dx.doi.org/10.25126/jtiik.2021844447