Recording dan Pencarian Silsilah Kambing Perah Menggunakan Algoritme Depth First Search

Penulis

Rizki Wahyudi, Muhammad Iqbal, Lussy Dwi Oktaviana

Abstrak

Perkembangan teknologi informasi telah merata hampir ke semua bidang, salah satunya bidang peternakan. Keuntungan teknologi informasi diantaranya dapat memberikan kemudahan dalam aktifitas. Perkumpulan Peternak Akar Rumput merupakan perkumpulan peternak yang melakukan kegiatan budidaya kambing secara intensif. Kegiatan budidaya kambing perah dilakukan dengan memuliabiakan kambing Saanen, serta melakukan kawin silang/cross breeding dengan kambing lokal. Jumlah total anggota Perkumpulan yang aktif sebanyak 186 Anggota dan jumlah total kambing yang dibudidaya per Desember 2018 adalah 2.214 ekor. Pencatatan data ternak dan pencatatan silsilah hewan ternak merupakan dasar dalam manajemen pemeliharaan ternak, dengan mengetahui catatan ternak dapat menentukan manajemen pemeliharaan yang tepat. Namun dalam aktifitasnya Perkumpulan Peternak Akar Rumput melakukan pencatatan secara manual pada sebuah buku, hal ini mengakibatkan sulitnya untuk mengetahui identitas, ciri khusus, kejadian penting ternak, riwayat penyakit dan silsilah ternak secara cepat. Tujuan penelitian ini adalah mempermudah proses pencatatan data ternak, pencarian silsilah data kambing perah dan pencetakan sertifikat. Pencatatan data ternak dan pencarian silsilah data kambing perah juga dapat dijadikan acuan dalam penentuan ternak unggul. Untuk menyelesaikan permasalahan yang ada maka dibangun sistem Recording untuk pencatatan data ternak berbasis website dan untuk pencarian silsilah akan menggunakan Algoritme Depth first search. Agar penelitian yang dilakukan dapat terarah maka penelitian ini menggunakan metode waterfall dengan tahapan requirement analysis, design, implementation, testing, dan maintenance. Metode waterfall memiliki kelebihan Setiap proses memiliki spesifikasinya sendiri, sehingga sebuah sistem dapat dikembangkan sesuai dengan apa yang dikehendaki. Hasil pengujian black-box sistem recording dan pencarian silsilah data kambing menunjukkan fungsional sistem berjalan sesuai harapan. Sementara pengujian acceptance testing yang bertujuan untuk mendapatkan feedback dari pengguna menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel 65 orang responden dari anggota peternak akar rumput, didapatkan prosentase sebesar 95,38 % menyatakan bahwa sistem recording dan pencarian silsilah berfungsi sesuai yang diharapkan, ini tergolong dalam kriteria sangat baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem sudah layak diterapkan.

 

Abstract

 The development of information technology has been evenly distributed to almost all fields, one of which is the field of livestock. The advantages of information technology can provide ease of activity. Perkumpulan Peternak Akar Rumput is a farmer's association that conducts intensive goat cultivation activities. The cultivation of dairy goats is carried out by breeding Saanen goats, as well as cross breeding with local goats. The total number of active members of the Association is 186 Members and the total number of goats cultivated as of December 2018 is 2,214. Livestock data recording and pedigree recording of farm animals are the basis in livestock maintenance management, knowing that livestock records can determine proper maintenance management. But in his activities, Perkumpulan Peternak Akar Rumput was manually recorded in a book, and this made it difficult to know the identity, special features, important events of livestock, disease history and genealogy of livestock quickly. The purpose of this research is to facilitate the process of recording livestock data, genealogy search of dairy goat data and printing certificates. The recording of livestock data and the search for the genealogy of dairy goat data can also be used as a reference in the determination of superior livestock. To solve the problem, a Recording system is built for website-based livestock data logging and for genealogical search will use the Depth first search algorithm. In order for the research to be directed, this research uses waterfall method with stage requirement analysis, design, implementation, testing, and maintenance. Waterfall method has its own advantages Each process has its own specifications, so that a system can be developed according to what is desired. The results of black-box recording system testing and pedigree search of goat data show the functional system went as expected. While acceptance testing testing, which aims to get feedback from users using questionnaires with a sample of 65 respondents from grassroots farmers, obtained a percentage of 95.38% stated that the genealogy recording and search system functioned as expected, this is classified in the criteria very well, so it can be concluded that the system is worth applying.

 

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


ADIPUTRA, M. A 2018. Penerapan Algoritme BFS dan DFS untuk penjadwalan rencana studi. Bandung: Informatika.

AKHTAR, M. R 2019. Application of Depth first search. Diambil dari https://www.geeksforgeeks.org/applications-of-depth-first-search/. Diakses tanggal 11 November 2019.

BARNES, STUART J AND RICHARD T VIDGEN 2001. WebQual: An Exploration of Web Site Quality. School of Management, University of Bath, Bath.

DJAALI 2008. Skala Likert. Jakarta: Pustaka Utama.

KEMENTERIAN PERTANIAN 2014 Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia No.100 tahun 2014 tentang: Pedoman Pembibitan Kambing dan Domba. Jakata: Indonesia.

KOZEN, D. 1992. Depth-first and breadth-first search. In: The Design and Analysis of Algorithms. Texts and Monographs in Computer Science, pp. 19–24. http://dx.doi.org/10.1007/978-1-4612-4400-4_4

PARI, A. U. H. 2018. Pemanfaatan recording untuk meningkatkan manajemen ternak kerbau di kecamatan matawai la pawu kabupaten Sumba timur. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 13 (1), 20-28.

PFLEEEGER, S.L. & ATLEE, J.M. 2006. Software Engineering: Theory and Practice, 3 Edition. US: Prentice Hall.

PRASETYO. H., DAN SUTOPO. W. 2018. Industri 4.0: telaah klasifikasi aspek dan arah perkembangan riset. Jurnal Teknik Industri, 13 (1), 17-26.

PURWANTININGSIH, T.I. & KIA, K.W. 2018. “Identifikasi Dan Recording Sapi Perah Di Peternakan Biara Novisiat Claretian Benlutu, Timor Tengah Selatan,” Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan, vol. 3, no. 1.

RISMAYANI, DAN ARDIMANSYAH. 2015. Sistem berbasis mobile untuk pencarian rute angkutan umum kota makassar menggunakan Algoritme Depth first search. Jurnal Pekommas, 18 (3), 171-180.

SEDAYATANA, I. P. T., WIRAWAN, I. M. A., DAN DARMAWIGUNA, I. G. M. 2018. Pengembangan web semantik silsilah keluarga kawitan tangkas kori agung dengan metode pencarian Depth first search. Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika, 7 (3), 252-260

SOMMERVILLE, IAN. 2011. Software Engineering (Rekayasa Perangkat Lunak). Jakarta: Erlangga.

SRIASTUNTI, A., PRIMANANDA, R., & YAHYA, W. 2019. Implementasi Routing pada OpenFlow Software-Defined Network dengan Algoritme Depth-First Search dan Breadth-First Search. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 3, no. 8, p. 8112-8120, agu. 2019. ISSN 2548-964X. Tersedia pada: . Tanggal Akses: 20 Agustus. 2020

SUGIYONO. 2018. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2008. Informasi dan Transaksi Elektronik. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 2. Jakarta.

WAHYUDI, R., & PUTRO, N. S. 2020. Identification of Student Learning Styles Using the Dempster-Shafer Theory Algorithm, 1(1), 40–51. 10.36596/jcse.v1i1.4.




DOI: http://dx.doi.org/10.25126/jtiik.2022913349