Penerapan Ontology Web Language pada Domain Ulos Batak Toba

Penulis

Arnaldo Marulitua Sinaga, Rini Juliana Sipahutar, Dian Ira Putri Hutasoit

Abstrak

Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang kaya akan keanekaragaman budaya. Keanekaragaman budaya ini diakibatkan banyaknya suku di Indonesia. Setiap suku memiliki kekhasan masing-masing termasuk kekhasan dalam kain tradisional. Salah satunya adalah ulos, kain tradisional suku Batak Toba. Ulos merupakan simbol sakral dalam adat istiadat suku Batak Toba. Ulos terdiri dari berbagai macam jenis, motif, warna, makna hingga fungsi. Namun sangat disayangkan bahwa informasi mengenai ulos belum terdokumentasi dengan baik. Informasi didapatkan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi lain yang memungkinkan informasi tersebut hilang. Selain itu, beberapa sumber yang ada juga menyajikan informasi yang berbeda. Oleh karena itu, ontologi bisa menjadi salah satu solusi untuk membantu mengelola informasi yang sudah ada supaya lebih terorganisir. Ontologi membantu memformalkan semua vocabulary pada domain ulos. Vocabulary itu kemudian dalam ontologi disebut sebagai konsep. Konsep tersebut akan saling berkaitan satu sama lain sehingga dapat dilihat sebagai suatu bentuk kesatuan (linked data) yang membentuk pola yang terstruktur. Kondisi ini yang kemudian mendukung pencarian dengan hasil yang bernilai semantik karena pola data yang disediakan saling berkaitan satu sama lain. Ontologi tersebut dapat direprentasikan menggunakan Web Ontology Language (OWL) yang merupakan vocabulary extension dari Resource Descriptive Framework (RDF). Kemudian untuk proses retrieving data akan menggunakan SPARQL.

 

Abstract

Indonesia is a very rich country in cultural diversity. Most of the ethnic groups have their own uniqueness including the peculiarities in traditional textiles. One of them is Ulos, traditional cloth of Batak Toba. Ulos is a sacred symbol in the Batak traditions. Ulos consists of various types, motifs, colors, meanings and functions. However, it is unfortunate that information of Ulos has not been well documented. This cultural heritage is well-transferred from generation to generation. The existing sources sometime provide different information. Therefore, ontology can be one solution to help manage existing information to be more well-organized. Ontology helps formalize all vocabularies on the Ulos domain. The vocabulary in the ontology is called as a concept. The concepts are related to each other so that it can be seen as a linked data that form a structured pattern. This feature supports information searching with semantic value. The ontology of Ulos Batak Toba has been developed by using Web Ontology Language (OWL), which is a vocabulary extension of the Resource Descriptive Framework (RDF). Then for the data retrieving process we use SPARQL

 

Kata Kunci


Ulos; Ontology; OWL; RDF; SPARQL

Teks Lengkap:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.25126/jtiik.201854903