Sistem Automasi Perkebunan dan Pemantauan Cuaca Menggunakan AWS Berbasis Raspberry Pi

Penulis

Erfan Rohadi, Raka Admiral Abdurrahman, Ekojono Ekojono, Rosa Andrie Asmara, Indrazno Siradjuddin, Ferdian Ronilaya, Awan Setiawan

Abstrak

Abstrak

Internet of Things (IoT) mengalami perkembangan yang sangat pesat dan menjadi topik yang layak untuk diperbincangkan dan dikembangkan saat ini. IoT merupakan sebuah metode yang bertujuan untuk memaksimalkan manfaat dari konektivitas internet untuk melakukan transfer dan pemrosesan data- data atau informasi melalui sebuah jaringan internet secara nirkabel, virtual dan otonom. Salah satu pemanfaatan IoT adalah sistem automasi. Sistem automasi pada umumnya menggunakan pengatur waktu (timer) untuk proses penyiraman tanaman. Penggunaan timer bertujuan agar penyiraman tanaman berjalan secara rutin tanpa bantuan manusia.

Pengembangan sistem automasi ini dimulai dengan pembuatan prototype lahan tanaman cabai rawit di lahan 5 x 2.5 meter, kemudian menyusun komponen-komponen yang dibutuhkan serta cara kerjanya. Selanjutnya dilakukan pemrograman sensor-sensor terhadap Raspberry Pi sebagai pengontrol dalam sistem tersebut berdasarkan kondisi yang telah diatur dan perubahan temperatur yang diterima oleh sensor. Setelah semua dilakukan, maka dilakukan pengujian terhadap sistem tersebut.

Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, diketahui telah berhasil dilakukan penyiraman otomatis, baik secara reguler (pukul 06.00 dan 18.00) maupun penyiraman pendinginan. Pendinginan dilakukan jika suhu lebih dari 30 derajat celcius. Sistem automasi yang dikembangkan dengan uji tanaman cabai rawit menjanjikan untuk diterapkan pada pemanfaatan lahan di sekitar rumah.

 

Abstract

Recently, The Internet of Things (IoT) has been implemented and become an interesting topic for discussion. IoT is a method that aims to maximize the benefits of Internet connectivity to transfer and process data or information through an internet network wirelessly, virtual and autonomous. One of the IoT's utilization is automation system. The automation system generally uses a timer for the plant watering process. The use of timers aims to water the plants routinely without human assistance.

The development of this automation system begins with the making of the prototype of chili land in the field 5 x 2.5 meters, then compile the required components and how it works. Further programming of sensors to Raspberry Pi as a controller in the system based on the conditions that have been set and changes in temperature received by the sensor.

As a result, the system has been successfully done automatic watering, both on a regular basis (at 06.00 and 18.00) and cooling watering. Cooling is done if the temperature exceeds more than 30 degrees Celsius. The automation system promises to be applied to the utilization of land around the house.

Kata Kunci


Internet of Things; Cabai Rawit; Raspberry Pi; Sensor; Automasi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


A. JATNIKA. Penjelasan Raspberry Pi. Retrieved from: https://agiljatnika.wordpress.com/2013/09/16/penjelasan-raspberry-pi/

AZZAMY. Cara Budidaya Menanam Cabe Rawit yang Baik di Polybag atau Pot. Retrieved from: https://mitalom.com/cara-menanam-cabai-rawit-dalam-polybag- atau-pot-agar-tahan-lama-dan-berbuah-lebat/

B. HARIYANTO, Sistem Manajemen Basisdata, Bandung: Penerbit Informatika, 2004.

B. RAHARJO, Modul Pemrograman Web (HTML, PHP, & MySQL), Bandung: Penerbit Modula, 2016.

B. RAHARJO, Mudah Belajar PHP Teknik Penggunaan Fitur-Fitur Baru dalam PHP5, Bandung: Penerbit Informatika, 2015.

BADAN PUSAT STATISTIK (2018). Istilah Pertanian dan Pertambangan. Retrieved from: https://www.bps.go.id/subject/55/hortikultura.html#subjekViewTab1

BADAN PUSAT STATISTIK (2015). Produksi Cabai Besar, Cabai Rawit, Dan Bawang Rawit Tahun 2014. In Berita Resmi Statistik, Jakarta, Badan Pusat Statistik, 2015, pp. 1-2.

DIGGE, JYOTHI & DIGGE, YASHRAJ (2012). Stereo Vision For Robotics. International Journal of Computer Applications in Technology, 32-39

DINUS. Diagram Fishbone. Retrieved from: http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/Diagram_Fisbone.pdf

FERIDI. Mengenal RESTful Web Services.Retrieved from: https://www.codepolitan.com/mengenal-restful-web-services

G. DANIEL (2004). Software Quality Assurance From Theory to Implementation. Edinburgh: Pearson Education Limited

H. SIANIPAR (2015). HTML5 & CSS3 Belajar Dari Kasus. Bandung: Penerbit Informatika

H. SIANIPAR (2015). Pemrograman Python (Teori dan Implementasi). Bandung: Penerbit Informatika

I. P. A. E. PRATAMA (2014). Smart City beserta Cloud Computing dan Teknologi- Teknologi Pendukung Lainnya. Bandung: Penerbit Informatika

I. SOMMERVILLE (2011). Software Engineering 7th Edition. Boston: Pearson Education, Inc.

IHSAN (27 Maret 2018). Syarat Tumbuh Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L). Retrieved from: https://www.petanihebat.com/syarat-tumbuh-tanaman-cabai- merah-capsicum-annuum-l/.

INDOWARE. Light Sensor BH1750 BH1750FVI. Retrieved from: https://www.indo- ware.com/produk-2855-light-sensor-bh1750- bh1750fvi.html

K. CLAVERIA (28 April 2017). 13 Stunning Stats on The Internet of Things. Retrieved from: https://www.visioncritical.com/internet-of-things-stats/

NURHAYATI dan A. J. (2016). Pengaruh Kecepatan Angin Terhadap Evapotranspirasi Berdasarkan Metode Penman di Kebun Stroberi Purbalingga” Elkawnie: Journal of Islamic Science and Technology, 2, 21-28

R. FACHRI. Tutorial Arduino Mengukur Kecepatan Angin dengan Anemometer. Retrieved from: http://electricityofdream.blogspot.co.id/2016/10/tutorial-arduino- mengukur-kecepatan.html

S. D. ALI (15 Mei 2017). Diagram Fishbone. Retrieve from: https://sis.binus.ac.id/2017/05/15/fishbone-diagram/

S. HARYANDI (15 September 2016). Mengenal RESTful API. Retrieved from: https://kudo.co.id/engineering/2016/09/15/mengenal-restful-api/

SUWANDI, et.al. (2016). Outlook Cabai. Jakarta: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, pp. 17-18.

WINARNO F.G, dkk (2017). Produksi dan Perdagangan Cabai. In Cabai Potensi Pengembangan Agrobisnis dan Agroindustri. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, pp. 18-19.




DOI: http://dx.doi.org/10.25126/jtiik.2018561121