Pengembangan Sistem Kontrol dan Pemantauan Tetesan Cairan Infus Otomatis Berbasis Labview dengan Logika Fuzzy

Penulis

Riky Tri Yunardi, Dani Setiawan, Farah Maulina, Tri Anggono Prijo

Abstrak

Dalam instrumentasi medis infus merupakan perangkat yang digunakan untuk mengalirkan cairan, obat atau nutrisi secara intravena. Fungsi utama dari infus yaitu memberikan cairan secara periodik pada pasien. Perangkat infus saat ini, untuk mengendalikan kecepatan tetesan cairan dilakukan secara manual oleh staf medis. Masalah yang sering terjadi, seperti penyumbatan atau kehabisan isi cairan dan apabila tidak segera ditangani akan berbahaya bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem kontrol dan pemantauan aliran cairan infus secara otomatis. Dengan menggunakan LabVIEW National Instruments untuk memantau tetesan cairan infus. Sistem kontrol logika Fuzzy diimplementasikan dengan menggunakan mikrokontroler berbasis ATmega, yang dilengkapi dengan pompa udara, motor stepper dan pendeteksi aliran cairan. Sistem yang telah dibuat ini dapat dikembangkan untuk membantu tenaga medis dalam memantau kecepatan tetesan cairan infus untuk mencegah risiko terhadap pasien.

 

Abstract

In the medical instrumentation infusion is a device used to drain fluids, medication or nutrients intravenously. The main function of the infusion is to give fluids periodically in patients. Infusion device at this time, to control the speed of the liquid droplets is done manually by the medical staff. Problems often occur, such as a blockage or run out of the fluid content and if not promptly treated can be harmful to the patient. This research aims to develop a prototype of control system and monitoring of the infusion liquid droplets automatically. By using the National Instruments LabVIEW to monitor the flow of intravenous fluids. The Fuzzy logic control system is implemented using an ATmega based microcontroller, equipped with air pumps, stepper motors and liquid flow detection. The performance of the prototype system of monitoring the flow of intravenous fluids automatically have a success rate of 96.75% at the set point value of 20 drops in 1 minute.

 

Kata Kunci


Infus; Kecepatan tetesan cairan; LabVIEW; Logika Fuzzy

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


FAHMIZAL, S., GALIH, ARROFIQ, M. and Mayub, A., 2017. Logika Fuzzy Pada Robot Inverted Pendulum Beroda Dua, Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), vol. 4, no. 4, p. 244, Des. 2017 [Online]. Available: http://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/484. [Accessed: 06-April-2018]

MULJODIPO, N., SOMPIE, S.R. and ROBOT, R.F., (2015). Rancang Bangun Otomatis Sistem Infus Pasien. E-Journal Teknik Elektro Dan Komputer, 4(4), pp.12-22.

NATALIANA, D., TARYANA, N. and RIANDITA, E.G.I., 2016. Alat Monitoring Infus Set pada Pasien Rawat Inap Berbasis Mikrokontroler ATmega 8535. ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika, 4(1), p.1.

PRIMAHAYU R. A., UTAMININGRUM, F., and SYAUQY, D., 2017. Sistem Monitoring Cairan Infus Terpusat Menggunakan Pengolahan Citra Digital. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 1(8), pp. 649-657.

RISKITASARI, S., HAMIDA, F., NURWICAKSANA, W.A., ADITYA, M.R. and ADHISUWIGNJO, S., 2016. SIMOCI (Sistem Monitoring Cairan Intravena) Di Ruang Icu Menggunakan Zigbee. Prosiding SNST Fakultas Teknik, 1(1).

SETIAWAN, D. and FARAH, M., 2017. Rancang Bangun Alat Pengatur Dan Monitoring Jumlah Tetesan Infus Berbasis Labview (Undergraduate Thesis, Universitas Airlangga).

WADIANTO, W. and FIHAYAH, Z., 2016. Simulasi Sensor Tetesan Cairan, Pada Infus Konvensional. Jurnal Kesehatan, 7(3), pp.394-401.

YUNARDI, R. T. and MARDIYANTO, R., 2017. Perancangan Sistem Kendali pada Lengan Assistive Social Robot menggunakan Kamera. Jurnal Nasional Teknik Elektro, vol. 6, no. 2, 2017 [Online]. Available: http://jnte.ft.unand.ac.id/index.php/jnte/article/view/402. [Accessed: 17-September-2017]

ZAINURI, A., SANTOSO, D.R. and MUSLIM, M.A., 2012. Monitoring dan Identifikasi Gangguan Infus Menggunakan Mikrokontroler AVR. Jurnal EECCIS, 6(1), pp.49-54.




DOI: http://dx.doi.org/10.25126/jtiik.201854766