Pengembangan Alat Bantu Komunikasi bagi Penyandang Disabilitas Buta-Tuli Menggunakan IMAP

Penulis

Agung Wahyu Setiawan, Abdullah Faqih A. Mubarok, Akhmad Dyma H. Syababa

Abstrak

Melalui UU Nomor 8 Tahun 2016, negara menjamin hak penyandang disabilitas, dimana salah satunya adalah hak berkomunikasi. Pada kasus disabilitas netra dan wicara, penyandang memiliki keterbatasan untuk berkomunikasi dengan normal. Salah satu arah penelitian yang sedang berkembang dalam bidang teknologi bantu adalah alat terhubung dengan internet. Oleh karena itu, pada penelitian ini dikembangkan sebuah alat bantu komunikasi dengan memanfaatkan simbol Braille yang terhubung internet menggunakan IMAP. Alat ini diharapkan dapat membantu komunikasi antara penyandang buta-tuli dengan kerabat/sahabat. Pada penelitian ini, dikembangkan sebuah Braille keyboard, berupa push button yang disusun sesuai dengan Braille cell. Braille keyboard ini digunakan sebagai devais masukan bagi penyandang buta-tuli. Di sisi kerabat/sahabat, digunakan QWERTY keyboard untuk mengetik kata atau kalimat yang ingin disampaikan ke penyandang buta-tuli. Kedua keyboard tersebut terhubung ke sebuah mikrokomputer, Raspberry Pi 3. Ini merupakan skema offline, dimana penyandang dan kerabat/sahabat berada dalam satu tempat. Skema yang kedua adalah online, pada skema ini penyandang buta-tuli dan kerabat/sahabat dapat saling mengirimkan informasi berupa teks melalui koneksi internet berbasis IMAP (e-mail). Pada penelitian ini juga dikembangkan sebuah Braille display yang terdiri dari enam buah motor vibrasi yang dipasang pada tubuh penyandang. Pola getaran motor dari Braille display ini sesuai dengan susunan Braille cell. Sedangkan untuk kerabat/sahabat, dapat melihat informasi/kata di sebuah LCD atau e-mail. Tahapan pengembangan selanjutnya adalah prototipe dibuat menjadi bentuk dan ukuran yang lebih ringkas, modul Braille keyboard disesuaikan dengan jarak standar dan dilengkapi dengan modul text-to-speech.

Abstract

Law Number 8, 2016 on Persons with Disabilities, The Government of Indonesia has guaranteed the rights of peoples with disablities to communicate. People with deaf-blindness has limitation to communicate normally. The trend in development of assistive technology device is to connect it to internet. Therefore, purpose of this research is to develop an assistive technology device which utilized Braille Alphabet and connected to the internet using IMAP. It is expected that the device could link the communication between people with deafblind and their relatives. In this research, a Braille keyboard is developed and used as input device for people with deafblind. For the relatives, they use a standard QWERTY keyboard to type the word(s) that will be conveyed to the people with deafblind. Those two keyboards are connected to a microcomputer, Raspberry Pi 3. This is the first communication scheme, the offline scheme, people with deafblind and relatives is in the same place. The second one is online scheme, people with deafblind and relatives could send text message through internet connection using IMAP. In this research, a Braille display is developed to convert the Latin alphabet to Braille alphabet through six vibration motors that are arranged according to Braille cell. For relatives, they could show the word(s) that is sent by the people with deafblind through LCD or their e-mail. Further development for the research is to develop more compact device and equipped with text-to-speech module. The last proposed development is to develop and implement the Braille keyboard that has standardized button.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


ANURANDHA, P.G. & DEVIBALAN, K., 2016. A Low Cost Portable Communication Device for The Deafblind. International Journal of Industrial Electronics and Electrical Engineering, Special Issue (2016), pp.22-25. Iran.

HATAKEYAMA, T., WATANABE T., TAKAHASHI, K., DOI, K., dan FUKUDA, A., 2015. Development of Communication Assistive Technology for Persons with Deaf-Blindness and Physical Limitation. Studies in Health Technology and Informatics. Europe PMC, Vol. 217, pp. 974-979.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2014. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan: Situasi Penyandang Disabilitas. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

MONTI, L. dan DELNEVO, G., 2018. On improving GlovePi: Towards a many-to-many communication among deaf-blind users. 2018 15th IEEE Annual Consumer Communications & Networking Conference (CCNC). IEEE, pp. 1-5.

OZIOKO, O. & HERSH, M., 2015. Development of a Portable Two-Way Communication and Information Device for Deafblind People. Studies in health technology and informatics. IOS Press, Vol. 217, pp. 518-25.

OHTSUKA S., SASAKI N., HASEGAWA S., and HARAKAWA T., 2008. Body-Braille System for Disabled People. International Conference on Computers for Handicapped Persons (ICCHP) 2008, pp.682-685. Berlin: Springer.

OHTSUKA, S., SASAKI, N., HASEGAWA, S., HARAKAWA, T., 2012. Helen Keller Phone-a communication system for deaf-blind people using Body-Braille and Skype. 2012 IEEE Consumer Communications and Networking Conference (CCNC), pp.30-31. IEEE.

PERFECT E., JAISWAL, A., & DAVIES, T.C., 2018. Systematic review: Investigating the effectiveness of assistive technology to enable internet access for individuals with deafblindness. Journal on Assistive Technology, pp. 1-10. Taylor & Francis.

RAMIREZ- GARIBAY, F., OLIVARRIA, C.M., ALEJANDRO, E., & JOEL, J.C., 2014. MyVox - Device for the communication between people: Blind, deaf, deaf-blind and unimpaired. Proceedings of the 4th IEEE Global Humanitarian Technology Conference, GHTC 2014. IEEE, pp. 506-509.

Undang-undang Republik Indonesia nomor 6 tahun. 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Jakarta: Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.25126/jtiik.2019611263